April 17, 2008 by tris123
Pada tahun 1997 yang lalu saya pernah turut dalam suatu rombongan ke Norwegia, tepatnya di kota Bergen. Kota bergen ini kota terbesar kedua setelah ibukota Norwegia, Oslo. Dalam rombongan tersebut terdiri dari 2 kelompok disiplin ilmu, empat orang untuk kelompok sensor dan 6 orang kelompok pengolahan limbah. Saya sendiri termasuk kelompok pertama yaitu sensor. Akan tetapi berhubung jumlah orangnya sedikit dan disana guide nya cuma satu orang, maka setiap kegiatan semua orang ikut.
Ada satu kunjungan yang sangat menarik, yaitu kunjungan ke instalasi pengolahan limbah cair di kota Bergen.
Kota Bergen, walaupun kota terbesar kedua di Norwegia, tetapi jumlah penduduknya hanya 800 ribu jiwa. Kota terbesarnya hanya berpenduduk 1,2 juta jiwa.
Limbah cair buangan dari rumah tangga, pabrik dll. di kota Bergen dibuat jejaring (networking) dan bermuara di 3 tempat. Jadi disana tidak ada septiteng seperti di kita. Semua saluran WC dan buangan air lainnya disalurkan ke gorong2 dan digabung menjadi saluran yang besar dan keluar dimuara yang tadi saya sebutkan. Ditempat muaranya tersebut limbah cair itu diolah sedemikian rupa. Salah satu dari 3 muara itu yang kami kunjungi. Instalasi pengolahan limbahnya ada didalam gunung. Jadi rombongan kami masuk kedalam semacam goa, lorong dibawah gunung. Didalamnya cukup luas, terletak serangkaian sistem peralatan pengolah limbah cait. Limbah yang terdiri dari berbagai macam yang kotor2 termasuk kotoran manusia, dibersihkan secara mekanik , yaitu disaring secara bertingkat dan juga dibersihkan secara kimiawi untuk memisahkan air dan limbah padat. Limbah cair yang sudah jernih dan ramah lingkungan di buang ke kali/saluran air dan limbah padatnya diangkut dengan truck dan kataya dipergunakan sebagai pupuk.
Apa yang menarik ?
- Orang Norwegia itu itu betul2 berwawasan ke depan. Mereka sangat memperhatikan akibat buruk dari limbah dimasa depan.
- Tidak ada rumah yang membuat septitank sediri2 seperti dikita, sehingga air tanah terjaga benar kebersihannya. Sedangkan dikita, setiap rumah ada septitank, disebelahnya ada sumur. Bagaimana bisa sehat?
Untuk para ahli dan pegiat lingkungan, ada baiknya kalau anda dapat mengunjungi pengolahan limbah dikota Bergen. Saya tidak tahu pengolahan limbah dikota-kota maju dinegara lainnya. Tapi yang pernah saya dengar memang Norwegia adalah negara yang paling peduli terhadap lingkungan. Dan Norwegia juga negara dengan GNP terbesar kedua setelah Luxembourg. Tahun 2005 GNPnya : US$ 52.030,- Amerika serikat : US$ 41.400,- dan Indonesia US$1.140,-
15/04/08
Ditulis dalam Lingkungan Hidup | Tidak ada komentar »
April 15, 2008 by tris123
Pada tahun 1997 yang lalu saya pernah turut dalam suatu rombongan ke Norwegia, tepatnya di kota Bergen. Kota bergen ini kota terbesar kedua setelah ibukota Norwegia, Oslo. Dalam rombongan tersebut terdiri dari 2 kelompok disiplin ilmu, empat orang untuk kelompok sensor dan 6 orang kelompok pengolahan limbah. Saya sendiri termasuk kelompok pertama yaitu sensor. Akan tetapi berhubung jumlah orangnya sedikit dan disana guide nya cuma satu orang, maka setiap kegiatan semua orang ikut.
Ada satu kunjungan yang sangat menarik, yaitu kunjungan ke instalasi pengolahan limbah cair di kota Bergen.
Kota Bergen, walaupun kota terbesar kedua di Norwegia, tetapi jumlah penduduknya hanya 800 ribu jiwa. Kota terbesarnya hanya berpenduduk 1,2 juta jiwa.
Limbah cair buangan dari rumah tangga, pabrik dll. di kota Bergen dibuat jejaring (networking) dan bermuara di 3 tempat. Jadi disana tidak ada septiteng seperti di kita. Semua saluran WC dan buangan air lainnya disalurkan ke gorong2 dan digabung menjadi saluran yang besar dan keluar dimuara yang tadi saya sebutkan. Ditempat muaranya tersebut limbah cair itu diolah sedemikian rupa. Salah satu dari 3 muara itu yang kami kunjungi. Instalasi pengolahan limbahnya ada didalam gunung. Jadi rombongan kami masuk kedalam semacam goa, lorong dibawah gunung. Didalamnya cukup luas, terletak serangkaian sistem peralatan pengolah limbah cait. Limbah yang terdiri dari berbagai macam yang kotor2 termasuk kotoran manusia, dibersihkan secara mekanik , yaitu disaring secara bertingkat dan juga dibersihkan secara kimiawi untuk memisahkan air dan limbah padat. Limbah cair yang sudah jernih dan ramah lingkungan di buang ke kali/saluran air dan limbah padatnya diangkut dengan truck dan kataya dipergunakan sebagai pupuk.
Apa yang menarik ?
- Orang Norwegia itu itu betul2 berwawasan ke depan. Mereka sangat memperhatikan akibat buruk dari limbah dimasa depan.
- Tidak ada rumah yang membuat septitank sediri2 seperti dikita, sehingga air tanah terjaga benar kebersihannya. Sedangkan dikita, setiap rumah ada septitank, disebelahnya ada sumur. Bagaimana bisa sehat?
Untuk para ahli dan pegiat lingkungan, ada baiknya kalau anda dapat mengunjungi pengolahan limbah dikota Bergen. Saya tidak tahu pengolahan limbah dikota-kota maju dinegara lainnya. Tapi yang pernah saya dengar memang Norwegia adalah negara yang paling peduli terhadap lingkungan. Dan Norwegia juga negara dengan GNP terbesar kedua setelah Luxembourg. Tahun 2005 GNPnya : US$ 52.030,- Amerika serikat : US$ 41.400,- dan Indonesia US$1.140,-
15/04/08
Ditulis dalam Lingkungan Hidup | 1 Komentar »
April 15, 2008 by tris123
Sesungguhnya keimanan dan kejujuran selalu berjalan beriringan. Keimanan tidak akan dapat bersatu dengan dusta. Rasulullah SAW pernah ditanya, ”Apakah mungkin seorang mukmin itu pengecut?” Lalu dijawab, ”Mungkin.” Lalu ditanyakan lagi, ”Apakah mungkin seorang mukmin itu kikir?” Lalu dikatakan, ”Mungkin.” Lalu ditanyakan lagi, ”Apakah seorang mukmin itu berdusta?” Lalu dijawab, ”Tidak mungkin.” (HR Imam Malik)
Keimanan seseorang dapat dilihat dari perilakunya. Orang yang mengaku beriman dan rajin melaksanakan rukun Islam dan orang tersebut jujur dalam tindakannya baru dapat dikatakan orang tersebut beriman. Akan tetapi, walaupun orang itu mengaku beriman dan rajin melaksanakan rukun Islam, tetapi dalam ucapan dan tindakannya tidak jujur, maka dapat dipastikan orang tersebut tidak beriman, karena keimanan dan ketidak jujuran tidak dapat berada dalam satu kalbu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak jujur, baik itu tidak jujur lisannya apalagi tidak jujur dalam tindakannya dapat dipastikan orang tsb. tidak beriman.
Orang yang tidak beriman segala ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT
Ditulis dalam Kejujuran | Tidak ada komentar »
April 15, 2008 by tris123
Barusan saya baca berita bahwa Fraksi PKS sejak th 2005 sudah mengembalikan uang gratifikasi ke KPK sebesar 1.9 M. Uang itu dari berbagai sumber, salah satunya amplop yang diperoleh saat kunjungan ke daerah.
Memang kalo semua pada jujur, setiap kunjungan pejabat ke daerah, atau ke instansi, atau bahkan bejabat rendahan ke instansi bawahannya pasti dapat amplop. Contoh kepala dinas datang ke suatu sekolah, pasti sekolah itu menjamu dan pulangnya sekolah tsb. memberi amplop. Pejabat dari kementerian BUMN misalnya datang ke kantor salah satu BUMN, pasti ada jamuan dan pulangnya ada amplop yang diselipkan pada apalah, mungkin brosur perusahaan itu atau company profile dsb.
Pada dasarnya pihak yang dikunjungi akan merasa tidak sopan. Itu minimal. Ada juga yang takut dicopot, atau supaya naik pangkat atau biar diperhatikan dan berbagai macam alasan yang tidak jelas.
Sebetulnya semenjak ada undang2 anti korupsi pemberian semacam itu dilarang dan ada sangsinya, bahkan sebelumnya juga sudah ada. Baik yang sifatnya hanya sekedar menjaga kesopanan sampai yang punya muatan politis.
Untuk memberantas hal semacam ini harus ada KONSENSUS NASIONAL berupa IKRAR NASIONAL bahwa tidak lagi ada pemberian amplop dan semacamnya pada setiap kunjungan pejabat/petinggi/apapun baik dari instansi apapun dan manapun. Harus ada konsesus nasional yang merubah paradigma bahwa kalau tidak memberi itu tidak sopan, menjadi kalau memberi itu TIDAK SOPAN. Jadi yang sopan itu yang tidak memberi.
Hal ini harus dilakukan oleh semua instansi, dan tentu saja dimulai dari yang paling atas.
Keberhasilan KPK memberantas korupsi adalah bukan banyaknya pejabat yang masuk penjara, tetapi semakin sulit mencari pejabat yang bisa dipenjara, tentu saja bukan karena semakin lihainya sembunyi, tetapi memang tidak ada yang korupsi.
Salam
tris123
Ditulis dalam Korupsi | Tidak ada komentar »
April 14, 2008 by tris123
Selamat datang di WordPress.com. Disini kita bisa saling tukar informasi untuk menambah wawasan, mudah2an ada manfaatnya baik untuk diri kita sendir, sukur2 bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Saya sangat merindukan, negara kita ini terbebas dari korupsi, rakyatnya makmur, aman dan damai, pangan dan sandang serta pendidikan murah. Kesehatan, fasilitas publik lengkap, kendaraan umum nyaman, tidak ada kemacetan. Tidak ada pengangguran dan kemiskinan. Kayaknya enak ya? Setuju kan?
Ditulis dalam Tak Berkategori | Tidak ada komentar »